
Pembukaan KKN 35 UMSIDA di Desa Sentul untuk Pengembangan Masyarakat
Pasuruan, 20 Januari 2025 – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) resmi memulai Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 35 pada Senin, 20 Januari 2025, di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Kepala Desa, Bapak Sugianto, membuka acara pembukaan yang berlangsung di Balai Desa Sentul. Perangkat desa, masyarakat setempat, mahasiswa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), drg. Dwi Wahyu Indrawati,S.H.,M.Kes.,Sp.Perio., turut hadir dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sugianto berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi warga Sentul.
“Kami sangat mendukung program ini. Semoga para mahasiswa bisa membantu mengembangkan potensi desa kami dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Program KKN 35 UMSIDA: Inovasi untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Desa
Mahasiswa KKN 35 merancang berbagai program kerja untuk memberdayakan masyarakat Desa Sentul. Beberapa program utama meliputi:
Pengelolaan sampah terpadu berbasis rumah tangga
- Peningkatan Pendidikan
- Kelas belajar kreatif untuk anak-anak
- Pelatihan literasi digital bagi pemuda desa
- Kesehatan Masyarakat
- Edukasi pola hidup bersih dan sehat
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Penyuluhan gizi untuk ibu dan anak
- Ekonomi Kreatif
- Pelatihan pembuatan produk berbasis potensi lokal
- Pengolahan limbah menjadi barang bernilai ekonomi
- Pelatihan pembuatan sabun herbal
- Pelestarian Lingkungan
- Penanaman pohon

Arahan DPL KKN 35 UMSIDA untuk Kesuksesan Program
Dosen Pembimbing Lapangan, drg. Dwi Wahyu Indrawati, mengingatkan mahasiswa untuk menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
“KKN ini bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga kesempatan untuk belajar dari masyarakat. Dengarkan kebutuhan mereka, berinovasi, dan berikan solusi yang tepat guna,” ungkapnya.
Antusiasme Masyarakat Desa Sentul terhadap KKN 35 UMSIDA
Masyarakat Desa Sentul menyambut antusias kehadiran mahasiswa KKN. Lebih dari itu, mereka berharap program ini tidak hanya membawa perubahan positif dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pelestarian lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, mahasiswa dan warga perlu berkolaborasi agar setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang. Selain itu, melalui kerja sama yang erat, mereka dapat menciptakan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal serta memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, sinergi yang terjalin antara pihak-pihak terkait tidak hanya mempercepat terwujudnya tujuan program, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Salah satu warga, Ibu Rina, mengungkapkan kegembiraannya atas program ini.
“Kami senang mahasiswa UMSIDA datang ke desa kami. Semoga ilmu dan program yang mereka bawa bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.”

Pelepasan Mahasiswa KKN-P UMSIDA 2025
Sebelumnya, UMSIDA telah mengadakan pelepasan resmi KKN-P 2025 pada 15 Januari 2025 di Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pada kesempatan itu, pihak universitas secara resmi melepas 981 mahasiswa untuk menjalankan pengabdian di berbagai desa. Selanjutnya, pihak universitas menyebarkan mereka ke wilayah Pasuruan, Mojokerto, dan Kediri untuk menjalankan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Selain itu, setiap kelompok mahasiswa mengembangkan potensi lokal di masing-masing desa agar masyarakat setempat langsung merasakan manfaat dari program yang mereka jalankan. Dengan demikian, mahasiswa berupaya menciptakan perubahan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kualitas hidup warga desa. Adapun program ini mengusung tema “Bersinergi Membangun Desa Mandiri dan Berdaya melalui Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Inovatif.”
“Bersinergi Membangun Desa Mandiri dan Berdaya melalui Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Inovatif.”
Komitmen UMSIDA untuk Desa Mandiri dan Berdaya
Melalui program ini, UMSIDA menunjukkan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Selain itu, mahasiswa KKN 35 di Desa Sentul berupaya berkontribusi secara aktif untuk mewujudkan desa yang lebih mandiri, berdaya, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, mereka harus mampu beradaptasi dengan kondisi desa, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta merancang solusi yang tepat guna. Dengan demikian, setiap program yang mahasiswa jalankan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.
