Prestasi Membanggakan dari Dosen Umsida

SIDOARJO — drg. Dwi Wahyu Indrawati, SH., M.Kes., Sp.Perio Raih Juara 1 KISI 2025 Berkat Inovasi “Dragon Mouthwash”

Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui dosennya, drg. Dwi Wahyu Indrawati, SH., M.Kes., Sp.Perio, yang berhasil meraih Juara 1 KISI (Kompetisi Inovasi Sidoarjo) 2025, kategori Inovasi Ekonomi Sosial Budaya. Karya inovatifnya berjudul “Dragon Mouthwash: Pemanfaatan Buah Naga Sebagai Inovasi Ketahanan Pangan untuk Kesehatan Mulut dan Pengurangan Penggunaan Antibiotik” dinilai unggul karena memadukan kekuatan riset ilmiah, pemanfaatan komoditas lokal, serta dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat.

Awal Mula Ide: Kombinasi Klinik dan Akademik

Ide terciptanya Dragon Mouthwash berangkat dari pengalaman klinisnya sebagai dokter gigi dan hasil riset akademik yang menyoroti tingginya kasus radang gusi, bau mulut, dan masalah kesehatan oral lain akibat kebersihan mulut yang kurang optimal. “Ketersediaan produk pencegahannya terbatas, terutama yang berbahan alami namun tetap terbukti efektif,” jelas drg. Dwi, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Umsida.

Sebagai akademisi, ia terdorong menciptakan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi juga memiliki nilai sosial, ekonomi, dan budaya. Buah naga dipilih bukan hanya karena melimpah di Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga karena kandungan bioaktifnya yang kaya antioksidan, antibakteri, serta berpotensi mendukung regenerasi jaringan. Riset laboratorium menunjukkan ekstrak buah naga mampu menurunkan pertumbuhan bakteri penyebab radang gusi dan plak.

drg. Dwi melaksanakan setiap tahap formulasi secara ilmiah melalui pengujian in vitro, kajian literatur, dan validasi keamanan bahan. “Inovasi ini bukan sekadar produk komersial, tetapi karya ilmiah yang berbasis bukti,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perannya sebagai dosen Umsida sangat penting dalam proses inovasi ini. Melalui pembimbingan mahasiswa dan kolaborasi lintas disiplin, drg. Dwi menyempurnakan Dragon Mouthwash dari sisi formulasi, edukasi, hingga keberlanjutan sosial-ekonomi. Produk ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan mulut, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui penyediaan bahan baku buah naga serta menjadi alat edukasi kesehatan.

Keunggulan kombinasi evidence-based innovation, pemanfaatan sumber daya lokal, dan nilai sosial-budaya inilah yang menjadikan Dragon Mouthwash layak meraih Juara 1 KISI 2025. “Dragon Mouthwash membuktikan bahwa hasil penelitian akademik dapat menjadi solusi praktis yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar drg. Dwi.

Langkah Strategis ke Depan

Ke depan, ia menargetkan beberapa langkah strategis untuk pengembangan Dragon Mouthwash, antara lain:

  1. Uji klinis lanjutan guna memastikan keamanan dan efektivitas produk.
  2. Peningkatan skala produksi dengan menjaga kualitas buah naga lokal.
  3. Pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan bahan baku dan edukasi kesehatan.
  4. Integrasi program edukasi kesehatan mulut di sekolah, puskesmas, dan komunitas.
  5. Hilirisasi inovasi ke industri dan program pemerintah.
  6. Pengembangan varian berbasis riset sesuai kebutuhan kesehatan oral masyarakat.

“Dengan langkah ini, drg. Dwi menargetkan Dragon Mouthwash tidak hanya menjadi pemenang KISI 2025, tetapi berkembang sebagai solusi kesehatan mulut berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explore More

Seminar Ilmiah & Halal Bihalal IPERI KOMDA Surabaya 2025

Seminar Ilmiah dan Halal Bihalal: Sinergi Ilmu dan Silaturahmi di Dunia Periodonsia Surabaya, 13 April 2025 – Seminar Ilmiah dan Halal Bihalal IPERI KOMDA Surabaya sukses diselenggarakan di Morazen Hotel,

Aksi Bersih Pesisir Tambak Wedi: Sinergi Alumni, Kesehatan Masyarakat, dan Agenda Pembangunan Jawa Timur

SURABAYA — Pesisir utara Kota Surabaya menghadirkan pemandangan berbeda pada Jum’at pagi, 6 Pebruari 2026. Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan peserta memadati kawasan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, bukan untuk berwisata,

Revitalisasi Taman Toga di Desa Sentul oleh Mahasiswa Umsida

Pasuruan, 7 Februari 2025 – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan revitalisasi taman tanaman obat keluarga (toga) di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi,