SIDOARJO – Inovasi berbasis potensi lokal kembali dikembangkan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Kali ini, inovasi hadir melalui pengembangan PERIODRAGON PEPTIDE, sebuah Dragon Fruit–Fish Peptide Functional Beverage for Periodontal Health yang mengombinasikan potensi buah naga dengan peptida ikan sebagai minuman fungsional untuk mendukung kesehatan periodontal.

Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya menghadirkan pendekatan baru dalam pemanfaatan bahan alam dan hasil perikanan lokal menjadi produk bernilai tambah di bidang kesehatan. Kombinasi bahan tersebut dirancang untuk menghasilkan minuman fungsional yang tidak hanya memiliki nilai pangan, tetapi juga berpotensi mendukung pemeliharaan kesehatan jaringan periodontal.

Pengembangan PERIODRAGON PEPTIDE berangkat dari potensi besar buah naga (Hylocereus spp.) sebagai sumber senyawa bioaktif serta ikan sebagai sumber protein yang dapat diolah menjadi fish peptide. Melalui proses pengolahan dan formulasi, kedua bahan tersebut dikembangkan menjadi produk minuman serbuk yang praktis dan berpotensi dikembangkan sebagai inovasi kesehatan berbasis pangan.

“PERIODRAGON PEPTIDE dikembangkan dengan mengintegrasikan potensi bahan lokal, yaitu buah naga dan hasil perikanan, menjadi produk inovatif yang diarahkan untuk mendukung kesehatan periodontal,” jelas Dr. drg. Dwi Wahyu Indrawati, drg.,S.H., M.Kes., Sp.Perio., dosen UMSIDA sekaligus pengembang inovasi.

Menghubungkan Potensi Lokal dengan Kesehatan Periodontal

Periodontal merupakan jaringan pendukung gigi yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kesehatan rongga mulut. Gangguan pada jaringan periodontal dapat berkaitan dengan proses inflamasi dan kerusakan jaringan pendukung gigi.

Melalui PERIODRAGON PEPTIDE, inovasi diarahkan pada pemanfaatan komponen bioaktif dari bahan pangan sebagai bagian dari pendekatan promotif dan preventif. Buah naga memiliki berbagai komponen bioaktif, sementara peptida ikan memiliki potensi sebagai sumber peptida bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi kesehatan.

Kombinasi tersebut menjadi dasar pengembangan functional beverage yang mengusung konsep food-based innovation for oral health. Dengan demikian, inovasi tidak hanya berfokus pada produk minuman, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi.

Dari Potensi Lokal Menjadi Produk Inovatif

Pengembangan PERIODRAGON PEPTIDE juga memiliki nilai strategis karena menghubungkan sektor pangan, perikanan, kesehatan, penelitian, dan inovasi produk dalam satu konsep.

Bahan baku lokal yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diarahkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Buah naga dapat dimanfaatkan sebagai komponen fungsional sekaligus memberikan karakteristik produk, sedangkan ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku untuk menghasilkan peptida.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat hilirisasi hasil penelitian, yaitu mengubah hasil kajian dan potensi sumber daya lokal menjadi inovasi yang dapat dikembangkan menjadi produk nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mendukung Ekosistem Inovasi UMSIDA

PERIODRAGON PEPTIDE menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi perguruan tinggi dapat dikembangkan dengan mengangkat sumber daya yang tersedia di daerah. Pendekatan ini membuka peluang kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, sektor perikanan, serta masyarakat dalam pengembangan produk inovatif berbasis potensi lokal.

Selain aspek kesehatan, pengembangan produk juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan bahan baku lokal dan peluang pengembangan produk pangan fungsional.

Ke depan, PERIODRAGON PEPTIDE berpotensi dikembangkan melalui tahapan pengujian lebih lanjut, standardisasi formulasi, uji keamanan dan mutu, pengembangan prototipe, hingga proses hilirisasi dan komersialisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Produk Prototipe Riset

Inovasi yang Menggabungkan Pangan, Kesehatan, dan Potensi Daerah

PERIODRAGON PEPTIDE membawa pesan bahwa inovasi kesehatan tidak selalu harus berasal dari bahan yang mahal atau sulit diperoleh. Potensi lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan produk baru ketika didukung oleh penelitian, teknologi, dan pendekatan ilmiah.

Melalui DRAGON FRUIT–FISH PEPTIDE FUNCTIONAL BEVERAGE FOR PERIODONTAL HEALTH, UMSIDA menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi yang menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat.

Dari buah naga dan ikan, lahir sebuah gagasan baru: mengolah kekayaan lokal menjadi minuman fungsional yang berorientasi pada kesehatan periodontal sekaligus membuka peluang pengembangan produk inovatif bernilai ekonomi.

PERIODRAGON PEPTIDE bukan sekadar minuman berbahan lokal, tetapi sebuah konsep inovasi yang mempertemukan potensi pangan, hasil perikanan, riset kesehatan gigi, dan hilirisasi teknologi dalam satu produk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explore More

KKN UMSIDA Peringati Isra’ Mi’raj dengan Edukasi Keislaman

Pasuruan, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMSIDA kelompok 36 menggelar peringatan Isra’ Mi’raj di MI Nurul Huda, Desa Gajahrejo, Pasuruan. KKN UMSIDA Peringati Isra’ Mi’raj dengan

Gebyar Seni & Bazar UMSIDA 2025: Puncak Meriah KKN

alt="Pembukaan Gebyar Seni & Bazar Kelud Wonderful UMSIDA 2025 di Kediri"

Kediri, 22 Februari 2025 – Gebyar Seni & Bazar UMSIDA 2025 menjadi puncak rangkaian KKN Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Acara spektakuler bertajuk “Kelud Wonderful: Village Revival, Harmony, and Sustainability” ini

Kerja Sama Umsida dan Pemkab Pasuruan untuk Masyarakat

Kerja Sama Umsida dan Pemkab Pasuruan dalam Pengembangan Wisata dan Penanganan Stunting Pasuruan, 31 Januari 2025 – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) menggelar audiensi