Edukasi dan Manfaat Air Teroksigenasi Berozon
Sidoarjo – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar edukasi tentang Air Teroksigenasi Berozon Berbasis Optimasi pH pada Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Klinik Health Care, Jalan Imam Bonjol No. 51, Geluran, Taman, Sidoarjo.

Masyarakat sekitar yang menjadi pasien Klinik Health Care mengikuti kegiatan ini. Tim PkM UMSIDA mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut. Tim juga memperkenalkan air teroksigenasi berozon sebagai antiseptik alternatif non-antibiotik. Inovasi ini diharapkan dapat membantu mencegah infeksi sekaligus mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak rasional.
Narasumber menjelaskan penyebab berbagai penyakit rongga mulut. Peserta juga mempelajari pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari. Selain itu, tim menjelaskan manfaat antiseptik non-antibiotik dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi.
Materi berikutnya membahas prinsip kerja air teroksigenasi berozon. Narasumber menerangkan proses optimasi pH untuk meningkatkan efektivitas dan keamanannya. Tim juga menjelaskan peluang penerapan inovasi tersebut dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Tim pengabdian menghadirkan dua dosen UMSIDA sebagai narasumber. Mereka adalah Dr. Dwi Wahyu Indrawati, drg., S.H., M.Kes., Sp.Perio, dosen Program Studi Kedokteran Gigi, dan Dr. Widi Arti, S.Fis., M.Kes., dosen Program Studi Fisioterapi.
Arrochman Setyadi, mahasiswa UMSIDA, turut mendampingi kegiatan. Ia membantu penyampaian materi serta memfasilitasi diskusi bersama peserta.
Dr. Dwi Wahyu Indrawati menjelaskan bahwa kesehatan rongga mulut berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Selain itu, beliau menegaskan bahwa air teroksigenasi berozon berpotensi menjadi antiseptik alternatif yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, inovasi ini dapat mendukung upaya pencegahan infeksi rongga mulut sekaligus mengurangi ketergantungan pada penggunaan antibiotik.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seluruh rangkaian edukasi dengan antusias. Tidak hanya itu, mereka juga aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta ingin mengetahui penggunaan antiseptik yang tepat untuk mencegah infeksi. Dengan demikian, sesi diskusi berlangsung interaktif dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada seluruh peserta.
Tim pengabdian membuka sesi diskusi interaktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai masalah kesehatan rongga mulut.
Melalui kegiatan ini, tim PkM UMSIDA berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan rongga mulut. Tim juga berharap masyarakat mengenal inovasi hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pencegahan infeksi. Kegiatan ini menunjukkan komitmen UMSIDA dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi program pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.