SURABAYA — Pesisir utara Kota Surabaya menghadirkan pemandangan berbeda pada Jum’at pagi, 6 Pebruari 2026. Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan peserta memadati kawasan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, bukan untuk berwisata, melainkan menjalankan misi sosial dan lingkungan dalam kegiatan Aksi Bersih Pesisir Tambak Wedi Kota Surabaya.

Kegiatan ini digagas oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) sebagai wujud nyata pengabdian alumni kepada masyarakat sekaligus refleksi nilai Satya Bhakti Amerta yang menjadi ruh Universitas Airlangga. Rangkaian kegiatan meliputi apel gotong royong, aksi bersih pesisir, bakti kesehatan, serta kegiatan sosial dan edukasi kesehatan lingkungan.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi ini merepresentasikan arah gerak strategis organisasi alumni di bawah kepemimpinan Ketua Umum IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa, yang menekankan pentingnya peran alumni perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah secara kolaboratif, inklusif, dan berbasis kemanusiaan.

Dari Aksi Simbolik Menuju Dampak Sistemik

Aksi bersih pesisir kerap dipersepsikan sebagai kegiatan simbolik. Namun di Tambak Wedi, kegiatan ini diposisikan sebagai pintu masuk intervensi yang lebih luas dan berkelanjutan. Wilayah pesisir Kenjeran selama ini menghadapi persoalan klasik seperti sampah laut, limbah domestik, serta kerentanan kesehatan masyarakat pesisir.

Melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan, kesehatan, dan sosial, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian alumni mampu bergerak dari aksi simbolik menuju dampak sistemik. Bakti kesehatan menjadi bagian penting, mengingat masyarakat pesisir memiliki risiko tinggi terhadap penyakit berbasis lingkungan, seperti infeksi kulit, gangguan pernapasan, dan penyakit akibat sanitasi yang kurang memadai.

Selain layanan kesehatan langsung, peserta juga memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga, yang memperkuat dimensi preventif dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Selaras dengan Agenda Pembangunan Jawa Timur

Langkah IKA UNAIR ini sejalan dengan prioritas pembangunan Provinsi Jawa Timur yang menempatkan pembangunan berbasis lingkungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama. Kawasan pesisir tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga menjadi ruang ekonomi penting bagi nelayan, pelaku UMKM, dan komunitas wisata pesisir.

Pendekatan kolaboratif yang diterapkan dalam kegiatan ini mendukung agenda green development, pengurangan risiko bencana berbasis ekosistem, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kebersihan pesisir yang terjaga berimplikasi langsung pada kelestarian ekosistem laut, peningkatan produktivitas perikanan, dan penguatan potensi wisata pesisir, yang pada akhirnya menopang ketahanan ekonomi lokal.

Alumni sebagai Modal Sosial Strategis

Kehadiran alumni dari berbagai disiplin ilmu—mulai dari tenaga medis, akademisi, profesional lingkungan, hingga relawan komunitas—menunjukkan bagaimana jejaring alumni dapat bertransformasi menjadi modal sosial strategis dalam pembangunan daerah. Model ini mencerminkan paradigma baru organisasi alumni, bukan sekadar wadah nostalgia, melainkan simpul penggerak solusi sosial.

Arahan kepemimpinan IKA UNAIR menegaskan peran alumni sebagai bridge builder, penghubung antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan kebutuhan nyata masyarakat. Dalam konteks Tambak Wedi, pendekatan kesehatan masyarakat, manajemen lingkungan, dan pemberdayaan sosial berpadu dalam praktik lapangan yang konkret.

Gotong Royong sebagai Fondasi Pembangunan

Lebih dari seluruh rangkaian kegiatan, Aksi Bersih Pesisir Tambak Wedi menghidupkan kembali nilai gotong royong sebagai fondasi pembangunan Indonesia. Kolaborasi antara sivitas akademika, alumni, dan warga pesisir mencairkan sekat-sekat institusi dan menghadirkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan pesisir berarti menjaga masa depan bersama.

Aksi Bersih Pesisir Tambak Wedi bukan sekadar agenda satu hari, melainkan pesan kuat bahwa pembangunan berkelanjutan lahir dari kerja bersama lintas sektor, bahwa kesehatan masyarakat berakar dari lingkungan yang bersih, dan bahwa alumni perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam ekosistem pembangunan daerah. Dari pesisir Kenjeran, pesan itu bergema: perubahan besar selalu berawal dari langkah gotong royong yang nyata.


Penulis : Indrawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explore More

Peringatan Isra Mi’raj KKN Umsida 2025 di SDN Sentul 2

Sentul, 30 Januari 2025 – Peringatan Isra Mi’raj KKN Umsida berlangsung meriah di SDN Sentul 2. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran (KKN-P) kelompok 35 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar acara ini

Jurus Sehat dari Kedurus: KKN-T Umsida Bantu Upgrading Jamu Lokal Jadi Lebih Modern

Sidoarjo, 9 Agustus 2025 – UMKM Jamu Dusun Kedurus, Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, mendapatkan sentuhan baru dari Tim KKN-T 2025 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kelompok 03. Melalui program

KKN UMSIDA 35 di Gajahrejo Resmi Dimulai

Pasuruan – Mahasiswa KKN UMSIDA Kelompok 35 memulai pengabdian di Desa Gajahrejo pada Jumat, 17 Januari 2025. Kepala Desa beserta jajaran perangkatnya, masyarakat desa, seluruh peserta KKN, serta Dosen Pembimbing