Kebonagung, Lamongan — Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Desa Kebonagung melaksanakan serangkaian program pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs Poin 10 tentang Pengurangan Ketimpangan. Program ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak sekolah dasar, balita, hingga lansia.

Kegiatan pengabdian tersebut diwujudkan melalui tiga program kerja utama, yaitu Sosialisasi Kesehatan Gigi (SIKAT GIGI), Skrining Kesehatan Lansia (SKENA), dan Cek Kesehatan Rutin Balita (CERIA). Ketiga program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Kebonagung secara merata dan berkelanjutan.
Program SIKAT GIGI dilaksanakan selama dua hari di SDN Kebonagung. Pada Selasa (13/1/2026), kegiatan difokuskan kepada siswa kelas 1 hingga kelas 3, sementara pada Rabu (14/1/2026) menyasar siswa kelas 4 hingga kelas 6. Dalam kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan metode yang interaktif dan menyenangkan. Para siswa diajak mempraktikkan cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta diberikan pemahaman sederhana mengenai kebiasaan sehari-hari yang dapat menjaga kesehatan gigi.

Pelaksanaan program ini turut didukung oleh pihak sekolah, di mana seluruh siswa diimbau membawa botol atau gelas untuk kegiatan berkumur. Untuk memaksimalkan manfaat kegiatan, BBK 7 Kebonagung juga menyediakan layanan pemeriksaan gigi gratis serta membagikan paket sikat gigi dan pasta gigi kepada seluruh siswa, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Selain edukasi kesehatan gigi anak, BBK 7 Kebonagung juga melaksanakan program CERIA dan SKENA yang berfokus pada kesehatan balita dan lansia. Kedua program ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa BBK 7 dengan Pondok Kesehatan Desa sebagai perwakilan dari Puskesmas Moropelang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (15/1/2026) dan Kamis (22/1/2026).
“Kegiatan pemeriksaan kepada lansia dan balita ini merupakan program rutin desa. Dengan adanya adik-adik KKN Universitas Airlangga, kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lebih optimal,” ujar Bu Tutfa selaku perwakilan dari Puskesmas Moropelang.

Pada pelaksanaan program CERIA, kegiatan Posyandu diawali dengan pendataan balita, dilanjutkan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan alat kesehatan yang tersedia. Selain pemeriksaan fisik, mahasiswa BBK 7 Kebonagung juga memberikan sosialisasi kepada orang tua balita mengenai pencegahan stunting.
“Kami sebagai perwakilan dari Universitas Airlangga tidak hanya membantu dalam pelaksanaan cek kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi kepada orang tua balita tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” ujar Lili selaku Person in Charge (PIC) program CERIA.

Sementara itu, program SKENA untuk lansia diawali dengan kegiatan senam pagi bersama warga, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi yang banyak diderita oleh masyarakat Desa Kebonagung. Penyuluhan disampaikan menggunakan media bergambar agar materi mudah dipahami. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh kader kesehatan desa dan tenaga medis dari Puskesmas Moropelang.

Melalui rangkaian kegiatan ini, BBK 7 Kebonagung berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian SDGs Poin 3 dan 10 secara inklusif dan berkelanjutan di Desa Kebonagung.
Penulis:Indrawati