
Pasuruan, 23 Januari 2025 – KKN UMSIDA di SDN Sentul 2 menghadirkan inovasi dalam pembelajaran dengan mengangkat tema “Sekolah Hebat dengan Menciptakan Generasi Unggul.” Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kelompok 35 Desa Sentul melaksanakan kegiatan ini pada 21–23 Januari 2025, berfokus pada Sosialisasi Biopori dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi.
Sosialisasi Biopori oleh KKN UMSIDA Sentul 2: “1 Lubang Kecil untuk Lingkungan Sehat”
Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik dan memanfaatkan sampah organik. Mahasiswa KKN UMSIDA di SDN Sentul 2 tidak hanya mengajarkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 cara membuat lubang biopori, tetapi juga menjelaskan manfaatnya dalam menyuburkan tanah. Selain itu, mereka menekankan bahwa biopori dapat meningkatkan daya serap air tanah. Akibatnya, genangan air berkurang secara efektif, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

Manfaat Biopori yang Disampaikan:
1. Mendukung pengomposan dan meningkatkan kesehatan tanah.
2. Memperbaiki daya serap air tanah.
3. Meningkatkan kelembapan tanah.
4. Mengurangi risiko genangan air.
Keseruan Siswa dan Guru
Melani, siswa kelas 6, mengungkapkan, “Seru, Kak, apalagi ada hadiah kalau bisa jawab pertanyaan. Sekarang saya memahami manfaat sampah organik!” Sementara itu, Kepala Sekolah, Ibu Yuni, menyatakan bahwa sekolah akan menerapkan proyek biopori di akhir semester. Lebih lanjut, siswa dan guru tidak hanya akan mempelajari konsepnya, tetapi juga terlibat langsung dalam praktiknya di taman sekolah.

Mitigasi Bencana di Sentul 2: KKN UMSIDA Gunakan Media Digital (Kahoot)
Guru memberikan kegiatan mitigasi bencana kepada siswa kelas 4, 5, dan 6 untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya gempa bumi serta langkah-langkah pencegahan risiko bencana. Siswa belajar secara interaktif melalui permainan digital Kahoot.
Manfaat Penggunaan Media Digital (Kahoot):
1. Meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif.
2. Mendukung pembelajaran kooperatif.
3. Memberikan umpan balik cepat melalui sesi tanya jawab interaktif.
4. Memotivasi siswa melalui sistem poin dan penghargaan.
Respon Positif dari Siswa
Andre, siswa kelas 6, mengungkapkan, “Belajarnya seru banget, Kak. Apalagi pakai Kahoot, kita bisa jawab pertanyaan dan dapat poin kalau benar!”

Harapan dan Kesimpulan
Mahasiswa berharap bahwa melalui KKN UMSIDA di SDN Sentul 2, siswa dapat menerapkan pengetahuan yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan mempraktikkan teknologi biopori, mereka tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Di sisi lain, pembelajaran mitigasi berbasis digital semakin memperkaya pengalaman belajar siswa, karena tidak hanya membuat materi lebih menarik, tetapi juga lebih interaktif dan mudah dipahami. Dengan demikian, siswa dapat lebih termotivasi untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh dalam kehidupan nyata.
“Tema ‘1 Lubang Kecil untuk Lingkungan yang Lebih Sehat’ diharapkan menjadi gerakan bersama untuk melestarikan lingkungan,” ujar Erika, salah satu pemateri KKN.
Kegiatan ini dengan jelas menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dan bencana alam dapat diajarkan dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, penggunaan teknologi tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga secara signifikan memberdayakan mereka sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan serta menghadapi bencana. Lebih lanjut, pendekatan ini memungkinkan siswa untuk lebih terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Akibatnya, mereka dapat berkontribusi secara lebih efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: Erika Putri Aprilia, Sefrina Elva Rosyada, Sri Wahyuni Romadhon, dan Faizal Bakhron Adaby