
Umsida.ac.id – Pasuruan, 17 Januari 2025 – Eco Lindi menjadi solusi inovatif untuk mengurangi bau sampah di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Dengan meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, desa ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah. Eco Lindi hadir sebagai cairan ramah lingkungan yang mampu menetralisir bau sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta berfungsi sebagai pupuk organik.
Masyarakat masih sering membuang sampah sembarangan atau membakarnya, sehingga berpotensi menyebabkan polusi udara dan berdampak buruk pada kesehatan. Pengelolaan sampah yang buruk mencemari lingkungan, termasuk tanah dan air, sehingga menurunkan kualitas hidup masyarakat.
Masyarakat perlu terlibat dalam sistem pengelolaan sampah yang lebih baik untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh. Salah satunya adalah dengan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengolahan sampah organik menjadi kompos, dan daur ulang sampah plastik. Sistem pengelolaan yang baik mampu mengurangi dampak negatif sampah, menjaga kebersihan lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program pengolahan sampah ini juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa, seperti usaha daur ulang dan komposting.

Mahasiswa KKN Umsida menerapkan inovasi cairan Eco Lindi untuk mengatasi masalah bau sampah. Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memperkenalkan inovasi Eco Lindi untuk mengurangi bau sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta menghasilkan pupuk cair organik yang ramah lingkungan.
Bau sampah di TPA Desa Sentul telah menjadi masalah utama bagi masyarakat setempat. Tim KKN bekerja sama dengan kepala desa dan warga untuk menemukan solusi yang efektif. Kepala desa menyarankan pembuatan Eco Lindi sebagai solusi alami untuk menetralisir bau sampah, yang juga bisa mendukung perizinan TPA yang sebelumnya tertunda. Mahasiswa KKN Umsida menciptakan cairan Eco Lindi dengan mengekstrak air lindi dari sampah organik dan mencampurnya dengan asam sulfat, molase (tetes tebu), serta EM4 (biokatalis). Selain mengurangi bau, cairan ini juga berfungsi sebagai pupuk cair yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah.
Proses Pembuatan Eco Lindi untuk Mengurangi Bau Sampah
Tim KKN menyiapkan alat dan bahan untuk membuat Eco Lindi dengan langkah-langkah berikut:
1. Tim KKN mengambil air lindi dari sampah organik yang sudah membusuk secara alami.
2. Tim KKN mencampurkan air lindi dengan asam sulfat, molase, dan EM4 untuk mempercepat proses pengekstrakan.
3. Tim KKN mendiamkan campuran tersebut selama 3 hingga 4 hari agar ekstraksi berlangsung optimal.
4. Setelah proses ekstrak selesai, tim KKN mengencerkan cairan Eco Lindi dengan perbandingan 1 liter Eco Lindi : 10 liter air bersih.
5. Tim KKN menyemprotkan cairan Eco Lindi yang telah siap ke tumpukan sampah untuk mengurangi bau.

Pelaksanaan Kegiatan Penyemprotan Eco Lindi di TPA
Masyarakat Desa Sentul berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini yang berlangsung di TPA desa.Mengingat keterbatasan sampah rumah tangga, tim KKN menggunakan sampah bulu ayam sebagai media uji coba. Pak Ervan, Kepala Dusun yang mewakili kepala desa, menyaksikan acara ini. Hasil dari penyemprotan di TPA menunjukkan bahwa bau sampah berkurang secara signifikan.
Adapun respon dari Pak Ervan selaku Kepala Dusun Desa Sentul “Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa KKN yang telah mengembangkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi bau sampah di TPA Desa Sentul. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi antara mahasiswa, kepala desa, dan masyarakat, kita dapat menemukan solusi yang berkelanjutan untuk permasalahan lingkungan. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Namun, kami perlu memperhatikan beberapa hal untuk penyempurnaan ke depannya. Tim perlu menilai hasil penggunaan Eco Lindi dengan mengukur efektivitas pengurangan bau sampah dari jarak minimal 5 meter. Selain itu, penting untuk memikirkan cara agar warga tidak mengeluhkan bau yang masih tercium, dan mengatasi masalah munculnya lalat di sekitar TPA. Pendekatan lebih lanjut harus dikembangkan agar solusi ini semakin optimal dan mendapat dukungan penuh dari warga desa.” Ujar Bapak Ervan.

Dampak dan Harapan Inovasi Eco Lindi bagi Pengelolaan Sampah
Inovasi Eco Lindi ini memberikan harapan besar bagi warga Desa Sentul, terutama dalam mendukung perizinan operasional TPA. Eco Lindi membantu mempercepat perizinan TPA, sehingga dapat beroperasi dengan lancar tanpa gangguan bau sampah. Tim KKN juga berharap inovasi ini dapat diterapkan di lebih banyak daerah yang menghadapi masalah serupa, dengan pendekatan ramah lingkungan dan biaya terjangkau.
Proses pembuatan dan penerapan Eco Lindi di TPA Desa Sentul berhasil dengan baik, menunjukkan bahwa inovasi ini efektif. Dengan partisipasi aktif masyarakat, kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik akan terus meningkat, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta membuka peluang ekonomi baru untuk warga desa.
Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu masyarakat Desa Sentul, terutama dalam mendukung perizinan TPA. Kepala Desa menyarankan kami mencari solusi untuk mengatasi bau sampah yang mengganggu. Kami memutuskan untuk membuat cairan Eco Lindi guna mengurangi bau sampah. Cairan ini tidak hanya mengatasi bau di TPA, tetapi juga berfungsi sebagai pupuk cair ramah lingkungan.
Eco Lindi mengurangi bau sampah, sehingga pemerintah dapat segera memproses perizinan TPA dan memastikan operasionalnya tidak mengganggu warga sekitar. Tim KKN memulai proses dengan mengambil air lindi dari sampah organik, lalu mencampurnya dengan EM4, molase, dan asam sulfat. Campuran ini mengalami fermentasi selama 3-4 hari. Setelah itu, tim KKN mengencerkan cairan Eco Lindi hingga siap digunakan.
Karena keterbatasan sampah rumah tangga, kami menggunakan bulu ayam sebagai media percobaan. Pak Ervan, Kepala Dusun, menyaksikan kegiatan ini. Hasilnya, bau sampah berhasil berkurang secara signifikan. Kami berharap Eco Lindi dapat mempercepat proses perizinan TPA, memungkinkan operasionalnya, dan menciptakan lingkungan Desa Sentul yang lebih bersih serta sehat.
Penulis : Muhammad Brian Saputra, Sulthan Abdullah Syafitra, Amelia Putri Anggraini