Sidoarjo, 9 Agustus 2025 – UMKM Jamu Dusun Kedurus, Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, mendapatkan sentuhan baru dari Tim KKN-T 2025 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kelompok 03. Melalui program upgrading produk jamu herbal, mahasiswa Umsida membantu meningkatkan kualitas, kemasan, hingga strategi pemasaran agar jamu lokal lebih modern dan mampu bersaing di pasar.

Program ini berawal dari hasil diskusi tim KKN-T dengan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Dusun Kedurus, yang menaungi para pelaku UMKM. Selama ini, UMKM jamu di Kedurus sudah memproduksi olahan kunyit herbal, namun menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha dan pemasaran.

“Sejujurnya kami cukup kesulitan bersaing dengan UMKM lain karena kurang mengerti teknologi saat ini. Dengan bantuan adik-adik KKN dari Umsida, kami merasa sangat terbantu. Salah satunya lewat upgrading packaging supaya produk lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Ibu Titin, bendahara PRA sekaligus anggota UMKM jamu Kedurus.

Pendampingan dan Kolaborasi Lintas Jurusan

Langkah awal yang dilakukan mahasiswa adalah menggelar forum diskusi dengan para anggota UMKM. Dari forum ini terungkap berbagai masalah, mulai dari pengelolaan keuangan yang masih sederhana, pemasaran yang belum maksimal, hingga tampilan kemasan yang kurang bersaing.

Bu Ilil, salah satu anggota UMKM, mengakui kelemahan mereka dalam manajemen keuangan. “Kami selama ini kurang memikirkan laba, karena setiap hasil penjualan langsung kami bagi rata. Kadang malah tidak terasa, uang yang seharusnya menjadi keuntungan justru habis begitu saja, bahkan pernah sampai rugi,” ungkapnya.

Melalui pendampingan, mahasiswa Prodi Manajemen memberikan arahan pencatatan keuangan yang lebih terstruktur. Mahasiswa Ilmu Komunikasi membekali strategi promosi digital lewat media sosial, sedangkan Prodi Bisnis Digital fokus mendesain ulang kemasan dan memperbaiki akun e-commerce agar produk jamu lebih dikenal.

Transformasi Kemasan dan Varian Produk

Hasil paling nyata terlihat dari perubahan kemasan. Jika sebelumnya jamu dikemas sederhana dengan plastik polos, kini tampilannya lebih modern, segar, dan informatif. Produk dengan merek “Jurus Sehat” dilengkapi logo, ilustrasi kunyit, informasi komposisi, cara penyajian, manfaat, tanggal kedaluwarsa, hingga sertifikasi halal.

Selain kemasan, jamu Kedurus kini hadir dengan empat varian: kunyit, temulawak, jahe, dan kencur. Masing-masing memiliki khasiat berbeda, mulai dari menjaga pencernaan, meningkatkan fungsi hati, meredakan masuk angin, hingga mendukung daya tahan tubuh.

Dampak dan Harapan ke Depan

Dengan kemasan baru yang profesional dan promosi digital yang masif, jamu Kedurus kini berpeluang menembus pasar modern maupun online. Bahkan, rencana jangka panjangnya adalah menitipkan produk ke minimarket sekitar pondok Muhammadiyah, memanfaatkan jaringan tokoh Muhammadiyah, serta memperluas distribusi ke kios-kios jamu.

“Dengan adanya rebranding ini, kami jadi lebih percaya diri untuk memasarkan jamu Kedurus. Harapan kami, produk ini tidak hanya diminati di sekitar desa, tapi juga bisa menembus pasar lebih luas,” ungkap Ibu Titin penuh optimisme.

Program KKN-T ini tidak sekadar mengganti kemasan, tetapi juga memperkuat kapasitas UMKM dalam manajemen, pemasaran, dan branding. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat berpadu dengan kearifan lokal untuk menciptakan perubahan nyata.

Ke depan, jamu Kedurus dengan wajah barunya diharapkan menjadi ikon produk lokal yang mampu bersaing lebih luas, tetap mempertahankan khasiat tradisional, namun tampil dengan sentuhan modern yang menarik minat generasi masa kini.

penulis :indrawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explore More

Alumni SMAN 14 Surabaya Gelar Bakti Sosial Ramadhan

Sidoarjo, 23 Maret 2025 – Alumni SMAN 14 Surabaya mengadakan Silaturahmi & Bakti Sosial Ramadhan di Yayasan & Ponpes Yatim Mahabbatur Rosul, Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan

Kesehatan Mulut pada Penderita Diabetes: Inovasi Promic Nanas

Tim Edukasi meningkatkan kesehatan mulut penderita Diabetes Melitus dengan penggunaan oral spray prebiotik Promic berbahan buah nanas Sidoarjo, 15 Agustus 2025 — TK Aisyiyah berinisiatif meningkatkan kesadaran kesehatan mulut pada

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lansia oleh UMSIDA di Desa Boro

Komitmen UMSIDA dalam Pelayanan Psikoedukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Lansia Sidoarjo, 28 Mei 2025 — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui Direktorat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat (DRPM) dan Pusat Studi