
Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, menyebabkan puluhan santri tertimpa reruntuhan saat salat Ashar. Musibah ini terjadi ketika musala berlantai empat yang masih dibangun tiba-tiba ambruk dan menimpa para santri yang sedang berjemaah.
Penyebab Kejadian
Menurut pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, para pekerja baru saja mengecor lantai empat pada pagi hari kejadian. Bangunan yang masih dibangun itu kabarnya tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Para pekerja juga diduga membuat konstruksi yang tidak sesuai standar, sehingga bangunan tersebut tidak mampu menahan beban pengecoran lantai atas.

Korban dan Upaya Evakuasi
Hingga saat ini, tim SAR gabungan dari Basarnas, BNPB, dan relawan terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban. Tim penyelamat mengevakuasi 102 orang; 77 di antaranya mengalami luka-luka dan menerima perawatan di rumah sakit. Sementara itu, tim terus mencari 38 orang yang hilang dan mereka menduga para korban masih tertimbun reruntuhan.
Kehadiran Tanggap Darurat dan Dukungan Masyarakat
Dalam tanggap darurat ini, drg. Dwi Wahyu Indrawati, SH., M.Kes., Sp.Perio, ikut hadir bersama perwakilan Samator, Bu Nur Habidah dan tim. Mereka menyalurkan kebutuhan Dapur Umum dan berkoordinasi dengan Kadinsos Jawa Timur sebagai wujud empati untuk meringankan beban para santri Ponpes Al Khoziny.

Tanggapan Pemerintah dan Masyarakat
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyatakan bahwa pihak terkait kemungkinan membangun musala tersebut tanpa IMB dan dengan konstruksi yang tidak sesuai standar. Ia menegaskan bahwa jika penyelidikan membuktikan adanya kelalaian atau pengabaian standar teknis, pemerintah akan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab sesuai aturan hukum.

Penulis :Indrawati