
Sidoarjo, 3 Oktober 2025 – Peristiwa reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al Khoziny mengejutkan masyarakat Sidoarjo dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Kejadian terjadi ketika para santri tengah melaksanakan sholat berjamaah di musala pesantren. Tanpa tanda-tanda yang mencolok sebelumnya, sebagian struktur bangunan musala tiba-tiba ambruk, memicu kepanikan dan membuat para santri berusaha menyelamatkan diri. Tim medis pesantren dan warga sekitar langsung menangani sejumlah santri yang mengalami luka ringan hingga sedang.
Dalam suasana penuh keprihatinan tersebut, hadir pula drg. Dwi Wahyu Indrawati, SH., M.Kes., Sp.Perio bersama perwakilan dari Samator, Nur Habidah beserta tim. Kehadiran mereka menunjukkan bentuk empati dan kepedulian sosial terhadap para santri yang menjadi korban musibah. Tim memberikan bantuan berupa kebutuhan untuk Dapur Umum guna mendukung penyediaan makanan bagi para santri selama masa pemulihan. Selain itu, mereka berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Sosial Jawa Timur untuk memastikan penanganan pasca-kejadian berlangsung cepat dan tepat sasaran.

Pihak pesantren mengimbau masyarakat, lembaga sosial, dan instansi terkait untuk memberikan dukungan, baik berupa tenaga, moral, maupun material. Tim perbaikan memperkirakan bahwa proses pemulihan fasilitas yang rusak akan membutuhkan waktu, karena musala berfungsi sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembelajaran santri. Berbagai pihak mendorong percepatan pemulihan kondisi pesantren agar aktivitas belajar-mengajar dapat kembali berlangsung normal dan nyaman.
Sementara itu, tim medis, relawan, dan masyarakat setempat terus berjibaku di lapangan. Mereka memastikan seluruh santri yang terdampak mendapatkan pertolongan pertama, pendampingan psikologis ringan, serta kebutuhan dasar lainnya. Musibah ini menjadi pengingat penting mengenai urgensi perawatan berkala dan pengecekan struktur bangunan fasilitas pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Penulis :Indrawati