
Dosen Pembimbing Lapangan Terbaik KKN 25 UMSIDA
Sidoarjo, 2025 – Mahasiswa dan dosen UMSIDA kembali meraih prestasi dalam KKN 25. drg. Dwi Wahyu Indrawati, S.H., M.Kes., Sp.Perio mendapat Penghargaan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Terbaik atas dedikasi dalam membimbing mahasiswa di Desa Sentul dan Gajah Rejo.
Pendekatan Inovatif dalam Program Desa Wisata
Dosen Pembimbing Lapangan Terbaik KKN 25 UMSIDA mendampingi mahasiswa mengembangkan program unggulan desa wisata dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan potensi lokal, memberdayakan masyarakat, serta memperkenalkan keunikan budaya dan produk unggulan desa kepada wisatawan.


Inisiatif Mahasiswa dalam Pengembangan Desa
Mahasiswa KKN menggali potensi desa dan mengembangkan strategi pengelolaan wisata berbasis komunitas dalam program ini. Beberapa kegiatan yang berhasil diwujudkan antara lain:
- Pelatihan Pengelolaan Homestay – Meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menyambut wisatawan dengan standar pelayanan yang baik.
- Pembuatan Paket Wisata Edukasi – Mengangkat nilai budaya, sejarah, dan kuliner khas desa untuk menarik wisatawan.
- Promosi Digital – Pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan Desa Sentul dan Gajah Rejo sebagai destinasi wisata unggulan.
- Pemberdayaan UMKM Lokal – Membantu pengembangan usaha kecil seperti produk olahan makanan khas daerah dan kerajinan tangan.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN 25 UMSIDA menerapkan pendekatan inspiratif yang berperan besar dalam kesuksesan program ini. Dengan pengalaman di bidang akademik dan pengabdian masyarakat, drg. Dwi Wahyu Indrawati berhasil mengarahkan mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi desa binaan.
Penghargaan ini membuktikan bahwa kerja sama akademisi, mahasiswa, dan masyarakat menciptakan perubahan positif berkelanjutan. Penghargaan ini juga menegaskan peran penting pembimbing dalam keberhasilan program pengabdian masyarakat seperti KKN.
Program ini berpotensi menjadi model bagi kegiatan KKN di masa depan serta mendorong Desa Sentul dan Gajah Rejo mengembangkan wisata yang lebih maju dan berdaya saing
Selain itu, program desa wisata ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. Lebih lanjut, pelatihan dan pendampingan membuat warga semakin siap mengelola potensi desa secara mandiri. Sementara itu, mahasiswa KKN turut membantu penyusunan proposal dana desa agar pengembangan wisata tetap berkelanjutan.
Kolaborasi dengan pemerintah desa, pelaku usaha lokal, dan komunitas wisata memperkuat keberhasilan program ini. Dukungan masyarakat menjadikan pengembangan desa wisata sebagai gerakan berkelanjutan yang berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan warga.
Karena pencapaian ini, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut. Selain itu, desa-desa lain dengan potensi wisata tersembunyi, termasuk Desa Sentul dan Gajah Rejo, juga bisa berkembang lebih optimal.
KKN25UMSIDA #DesaWisata #DPLTerbaik #PenghargaanDosenPembimbingLapangan #drgDwiWahyuIndrawati #SentulGajahRejo #UMSIDA