Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Pondok Ramadan bagi Sobat Dili (Disabilitas Tuli) sebagai wadah pembinaan spiritual bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kantor Dinas Sosial Jatim ini diselenggarakan selama dua hari dan dirancang khusus agar para peserta dapat memperdalam ilmu agama dengan metode yang ramah bagi penyandang disabilitas tuli.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi siapa pun untuk meraih keberkahan di bulan Ramadan.

“Kegiatan ini diadakan setiap tahun selama dua hari. Banyak pihak yang memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan terjamin keberlangsungannya,” ujar Novi di Kantor Dinsos Jatim, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, konsep Pondok Ramadan ini berbeda dengan pesantren kilat pada umumnya. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh instruktur dan pendamping yang menguasai bahasa isyarat, sehingga materi keagamaan dapat dipahami dengan jelas oleh peserta tanpa hambatan komunikasi.

Berbagai kegiatan keagamaan digelar dalam program ini, di antaranya tausiah keagamaan yang membahas materi fikih dan akhlak menggunakan bahasa isyarat yang mudah dipahami. Peserta juga mengikuti tadarus Al-Qur’an dengan metode isyarat, yaitu membaca serta memahami ayat-ayat suci melalui pendekatan visual.

Selain itu, peserta mendapatkan praktik ibadah, seperti pendalaman tata cara salat dan wudu yang benar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama, yang menjadi momen silaturahmi antara peserta, relawan, dan petugas sosial.

Puncak kegiatan ditandai dengan doa khatam Al-Qur’an, sebagai bentuk motivasi agar para peserta terus berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan ini juga terdapat layanan kesehatan bagi peserta. Perwakilan Ikatan Alumni Universitas Airlangga yang juga Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga periode 2025–2030, Abdullah Machin atau yang akrab disapa Gus Machin, menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan dokter spesialis THT dari Universitas Airlangga dan RSUD Dr. Soetomo untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan.

“Mungkin masih ada sisa-sisa pendengaran yang bisa dibantu dengan alat bantu dengar,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari lembaga filantropi. Manajer Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), Muhammad Nasrulloh, menyatakan bahwa kolaborasi dalam kegiatan Pondok Ramadan ini merupakan langkah positif, terutama sebagai bagian dari gerakan sosial di bidang kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Rumah Quran Sahabat Tuli (RQST), Maskurun, mengaku sangat antusias dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai Pondok Ramadan tahun ini semakin istimewa karena didukung berbagai pihak, termasuk layanan pengobatan dan pembagian paket bingkisan bagi peserta.

“Ini benar-benar menjadi berkah Ramadan bagi sahabat tuli,” ujarnya.

Maskurun berharap kegiatan yang didukung oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Yayasan Dana Sosial Al Falah, dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga ini dapat terus berlanjut setiap tahun dan bahkan diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Menurutnya, saat ini komunitas sahabat tuli telah tersebar di 22 cabang, sehingga perlu adanya pemerataan program serupa di daerah.

“Kalau hanya di Dinsos Jatim, masih banyak sahabat tuli yang belum merasakannya, terutama yang lokasinya jauh,” tutupnya.

Penulis : indrawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explore More

Sinergi Akademisi dan Industri PT Samator Tbk untuk Mengembangan Penelitian atau Riset Oksigen dan Ozon Medis

Surabaya, 22 Oktober 2025 — Akademisi drg. Dwi Wahyu Indrawati,SH.,M.Kes.,Sp.Perio dan Prof. Dr. Ernie Maduratna Setiawatie,drg.,M.Kes.,Sp.Perio(K) dan PT Samator Tbk, perusahaan nasional terkemuka di bidang gas industri dan medis, menjalin

Kurikulum Bilingual Islami TK ABA 3 Pangkemiri: Inovasi Mahasiswa KKN-T UMSIDA 2025 untuk Pendidikan Anak Usia Dini

Penerapan Kurikulum Bilingual Islami di TK ABA 3 Pangkemiri Sidoarjo, Agustus 2025 – Mahasiswa KKN-T UMSIDA 2025 menjadikan penerapan Kurikulum Bilingual Islami TK ABA 3 Pangkemiri sebagai fokus utama program

Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Kronologi Kejadian, Korban, dan Respons Pemerintah

Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, menyebabkan puluhan santri tertimpa reruntuhan saat salat Ashar. Musibah ini terjadi ketika musala berlantai empat